Selasa, 09 Agustus 2016

Makna Logo Rumah Kopi Dahlia

Logo Rumah Kopi Dahlia

Sederhana, Namun Sarat Makna



Lazimnya sebuah usaha, maka tak hanya diberi nama, namun juga diberikan sebuah logo agar bisa semakin dikenal.

Dewasa ini, banyak sekali ahli desain muda yang bermunculan dengan berbagai kreatifitas yang sangat mahal jika dinominalkan.

Kami tak perlu membuat sebuah logo dengan desain yang wah dan ruarrr biasaaa....
Karena bagi kami yang lebih penting adalah pelayanan.

Untuk itulah, kami hadir dengan desain logo yang sangat sederhana dengan makna sebagai sebuah identitas dan juga komitmen untuk melayani....

Gambar secangkir kopi adalah sebagai identitas utama, bahwa kami adalah sebuah usaha jasa kuliner warung kopi.

Sementara ilustrasi sebuah rumah, adalah sebagai komitmen kami bahwa rumah adalah sebuah tempat yang nyaman dan orang bisa melindungi diri dari segala macam ancaman dan istirahat dari segala kepenatan.

Bak sebuah keluarga yang berada di dalam rumah, manajemen kekeluargaan profesional dari Rumah Kopi Dahlia, akan menjadi pelayan yang penuh dedikasi bagi anda semua tamu-tamu istimewa kami.....

Kami menanti kunjungan anda.....


Rabu, 03 Agustus 2016

‘Malam Puisi’ di Rumah Kopi Dahlia 
Datang, Dengar dan Bacakan Puisimu 



Membacakan sebuah puisi, dulu mungkin hanya dapat kita saksikan, saat ada praktik mata pelajaran Kesenian atau Bahasa Indonesia di dalam ruang kelas, atau pada acara lomba baca puisi untuk memperingati hari kemerdekaan setiap tanggal Tujuh Belas Agustus. Bahkan, ada imej seolah-olah, hanya segelintir orang yang memiliki keahlian membaca puisi, karena ada kesan, membaca puisi itu harus dengan nada dan mimik khusus sehingga mampu membuat pendengar terpukau secara intonasi dan terpesona kala melihat mimik serius nan dramatis.

Laporan : Franki Botutihe, Wartawan Harian RADAR Banggai

Sekitar pukul 20:00 wita, Sabtu (16/7) pekan lalu, panggung Rumah Kopi Dahlia yang berada di kawasan perumahan dinas, jalan Dahlia, kelurahan Karaton, kecamatan Luwuk, yang biasanya diisi dengan penampilan live music, malam itu agak sedikit berbeda. Meski, tetap terlihat seorang pemain musik duduk manis di belakang sebuah Organ (alat musik tindis, Red) dan memainkannya, namun sang ‘player’ tidak sedang mengiringi seorang penyayi, melainkan memainkan musik sebagai latar dari sebuah puisi yang dibaca.

Ya, pemain organ itu memainkan musik latar, untuk salah satu di antara belasan pembaca puisi yang berkumpul malam itu, untuk mendengar dan juga membacakan puisi mereka masing-masing. Belasan pembaca puisi, yang didominasi oleh perempuan itu, berasal dari sebuah komunitas seni. Malam itu, mereka menggelar sebuah pementasan seni yaitu ‘Malam Puisi Luwuk’.

Kegiatan seni tersebut, saat ini aktif dilaksanakan secara berkala, di enam puluh kota Indonesia. Untuk di kota Luwuk, kegiatan ini dikoordinir oleh salah seorang penulis perempuan bernama Ama Achmad.

Kepada wartawan Radar Banggai, yang juga hadir pada Malam Puisi itu, perempuan yang akrab disapa Ama ini menuturkan bahwa, Malam Puisi Luwuk merupakan bagian dari Malam Puisi Indonesia, yang sudah berjalan selama tiga tahun belakangan. Di Luwuk, Malam Puisi baru dilaksanakan tiga bulan terakhir.

“Kegiatan ini bermaksud untuk memberikan ruang, kepada para penyuka, penyair dan pembaca puisi yang ada di kota Luwuk,” begitu dituturkan oleh penulis novel ‘Tentang Kita’ saat ditanyakan tentang maksud dari digelarnya malam puisi.

Ama, tak menampik jika puisi memang dikenal sebagai bagian dari dunia seni dan sastra yang paling sunyi. Sehingganya, Ama memiliki harapan, agar dengan dilaksanakannya kegiatan Malam Puisi Luwuk yang memiliki koneksi dengan Malam Puisi Indonesia (Nasional, Red), para penyuka puisi akan bertambah dan puisi, bisa menjadi sesuatu yang tak sekedar dinikmati, tapi juga diminati dan ditekuni, karena merupakan bagian dari keragaman seni Indonesia bahkan dunia. (**)







Resensi

Sebuah Biografi : Andy F. Noya - Kisah Hidupku


Sebuah buku Biografi Andi F. Noya Kisah Hidupku yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas 2015 merupakan sebuah buku yang menceritakan kisah hidup Andi F. Noya dari kecil sampai sekarang. Di dalam buku ini terdapat banyak cerita yang membuat kita benar-benar larut dalam setiap alurnya.

Andi F. Noya, sosok yang tidak asing bagi kita pecinta acara “Kick Andy” menceritakan dengan jelas kisahnya dari kecil, bahkan dari dia dilahirkan. Kisah hidupnya sangat berliku, banyak pengalaman yang pahit dia alami. Dimulai dari masa dia kecil yang hidup di tengah-tengah kehidupan masyarakat Jawa. Sedangkan dia terlahir sebagai sosok yang berbeda, memiliki darah Belanda, dan terlahir dan tumbuh di saat masa-masa tahun 1960an. Perbedaan wajah, kulit, dan fisiknya membuat dia kemudian menyesal terlahir sebagai keturunan Belanda. Karena, dengan lahir sebagai keturunan Belanda, pada masa itu menjadi siksaan tersendiri. Banyak yang menyakitinya, serta hidup di antara ketakutan yang luar biasa.

Di buku ini juga diceritakan bagaimana kondisi keluarga Andi F. Noya. Terlahir dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, malah lebih cenderung kekurangan. Tinggal di tempat parkir, sekamar bertiga, sampai-sampai tidak memiliki pakaian yang baru. Ayahnya meninggalkan dia dari kecil, dan sang ibu bekerja sebagai penjahit. Kehidupannya benar-benar semakin sengsara tatkala Andi tidak sengaja memecahkan kaca spion mobil orang. karena kelakuannya itu, ibunya harus menanggung beban yang luar biasa beratnya. Dari sini, Andi mulai membenci orang-orang yang kaya.

Tumbuh di tempat yang berbeda-beda, serta tidak pernah mendapatkan perhatian khusus (kasih sayang) dari orangtua membuat Andi brutal. Dia menjadi tidak jelas, serta berkelakuan nakal. Terlebih ketika dia mulai dekat dengan tiga bersaudara yang kerjaannya hanya bikin masalah. Kenakalan-kenakalan kecil seperti menyuri Pisang, menyuri makanan di Kebun Binatang Surabaya, sampai tindakan yang lebih parah lagi (menjurus ke kriminal) pun dilakukan kala itu. Bahkan, ada yang meramal kalau nantinya dia akan menjadi seorang penjahat.

Beranjak remaja, Andi berpindah menuju Papua. Di sana dia bertemu dengan ayahnya. Sosok yang hampir dia lupakan wajahnya, Andi merasa saat itu bukan hanya sebagai seorang anak, namun juga menjadikan ayah sebagai sosok teman yang baik. Di Jayapura juga ada banyak kisah yang Andi alami. Mulai dari keberaniannya mengungkapkan cinta pada gurunya, tenggelam di lautan, sampai pertengkaran dengan ayahnya. Di saat pertengkaran itu juga, ayahnya menghembuskan nafas yang terakhir. Tepat dipangkuannya.

Tidak lupa juga sejarah Andi meniti karir sebagai jurnalis. Banyak aral yang dihadapinya, namun dengan kegigihan dan usahanya, semua bisa ia gapai. Menjadi wartawan di media massa besar, sampai dengan menjadi direktur di salah satu media ternama. Di sini juga diceritakan bagaimana dia berjuang bersama Surya Paloh untuk menjadikan Media Indonesia menjadi lebih berkembang, dan diceritakan juga mengenai terbentuknya Metro TV. Banyak cerita di sini yang berkaitan dengan saluran televisi Indonesia, serta tantangan-tantangan sebagai wartawan saat meliput ataupun menampilkan berita waktu itu. Banyak ancaman yang dia terima, bahkan salah satu media massa (tempat dia bekerja) pun diberendel oleh pemerintah. Dilarang terbit dengan alasan menyalahi aturan. Kisah-kisah perjuangan seorang wartawan banyak diceritakan di sini, mulai dari hal yang asam sampai getir pahitnya hidup di masa pemerintahan Soeharto.

Beberapa kutipan yang ada dibuku:
“Tidak perlu menunggu untuk bisa menjadi cahaya bagi orang-orang di sekelilingmu. Lakukan kebaikan, sekecil apa pun, sekarang juga – Andy F. Noya – Halaman Pembuka”

“Perasaan lonely kerap kurasakan ketika kecil. Tidak ada orangtua sebagai tempat berlindung dan mengadu. Dalam kesendirian seperti itu aku sering merindukan sosok ayah. Tetapi pada saat itu ayah entah di mana. Aku hanya bisa menangis – Halaman 5”

“Dalam usiaku yang masih belia waktu itu, hidup telah mengajariku tentang betapa timpangnya tataran sosial ekonomi di masyarakat kita. Ada jurang dalam antara yang miskin dan kaya – 53”

 “Hidup ini terlalu indah untuk dibuat susah. Nikmati hari-harimu sebaik mungkin – Halaman 171”

“Aku mulai gelisah. Di Mantra, kemampuan menulisku memang meningkat. Tetapi, sebagai wartawan, ketajaman intuisiku mulai menumpul – Halaman 249”

“Mereka tidak berani menabrak program sinetron yang bernilai ratusan juta rupiah – Halaman 314”

“Kalau kamu tidak setuju terhadap suatu peraturan, seharusnya kamu berjuang untuk mengubah peraturan itu. Bukan melanggar peraturan tersebut – 371”

Masih banyak cerita mengenai Andi F. Noya di buku ini. Kisah dia waktu remaja yang penuh kenakalan, kehidupan dia beberapa tahun di Malang. Ada kisah mengenai bu Ana, sosok guru yang sangat disayanginya. Kisah dia malu dengan profesi ayahnya saat sekolah STM, kisah saat pernikahan dengan wanita yang lebih tua darinya. Tentunya cerita mulai dia mengenal dunia jurnalistik, mengenal Surya Paloh, mengundurkan diri dari Metro TV dan lainnya. Buku yang wajib kalian miliki bagi orang yang ingin mengenal bagaimana perjuangan seorang wartawan di masa rezim Soeharto. Buku yang menceritakan juga persaingan antara saluran televisi serta sosok-sosok wartawan senior yang memimpin surat kabar ternama saat ini. Sebuah buku yang menginspirasi kita untuk tetap bekerja, taat peraturan, dan tidak kenal kompromi dengan kesalahan.
= Kopi Hitam =

Merasa Bisa, Bisa Merasa

Dahulu, kita sering mendengar banyak sekali para pemimpin bersahaja yang menolak jabatan karena mereka takut tak mampu menjalankan amanah. Mereka berlomba-lomba menolak, bukan berlomba-berlomba ingin mengambil atau menguasai jabatan itu. Padahal tak ada satu pun celah yang bisa menjadi penghalang mereka untuk mendapatkan jabatan tersebut.

Baik secara aturan maupun kemampuan dan juga justru mereka diinginkan untuk menduduki jabatan-jabatan itu. Tapi mereka serta merta menolak, dan memberikan kesempatan kepada yang lain, yang juga menolak. Hampir-hampir masalah selalu muncul saat akan ada pergantian kekuasaan. Bukan masalah karena saling klaim siapa yang berhak, tapi saling tolak karena merasa tak kuat, tak mampu dan takut tak akan amanah, padahal kebalikannya mereka sangat mampu, sangat kuat dan diyakini bakal amanah.

Sebut saja ada Abdullah bin Umar yang menolak jadi Kadi atau Kehakiman, sebuah jabatan tertinggi kenegaraan karena takut keliru dalam berijtihad. Lalu ada Abu Bakar Siddiq, Abu Bakar, dan masih banyak lagi. Bahkan, di era KH. Mas Mansyur, para Pimpinan Muhammadiyah juga sering ‘berperang’ menolak jabatan.

Situasinya beda dengan sekarang. Setiap orang ‘Merasa Bisa’ bukan ‘Bisa Merasa’ seperti para khalifah jaman dahulu. Semua merasa jago, merasa kuat dan merasa mampu, padahal belum tentu dan rata-rata memang tidak ada yang terbukti. Apalagi soal amanah, jangan tanya, banyak sekali pemimpin yang sudah tentu kelihatan tidak amanah, tapi masih ngoyo mau menduduki jabatan satu kali, dua kali, bahkan seakan-akan mau meninggalkan ‘kader’ agar bisa disetir sesuai kehendaknya. Konon, itu sering terjadi di Luwuk. Tapi ini kan Cuma gosip, yang namanya gosip perlu ruang dan waktu untuk pembuktian. (**)



JENIS JENIS KOPI
(dikutib dari www.penikmatkopi.weebly.com)


Secarah umum dikenal 4 jenis kopi yaitu Kopi Arabika (Coffee Arabica), Kopi Liberika (Coffee Liberica), Kopi Robusta (Coffee Cannephora), Kopi Excelsa (Coffee Dewevrei).Diantara keempat ini best of the best nya adalah kopi Liberika.

Di Indonesia menghasilkan 6 dari 7 jenis Kopi Arabika  yaitu Gayo (Aceh), Mandaling (Sumut),Kintamani (Bali), Mangkuraja (Bengkulu),Jawa dan Kalosi (Toraja). Sementara satu jenis lainnya dihasilkan di Jamaica yang dikenal sebagai Blue Montain.
Jenis Arabika yang termasuk langka adalah speciality arabica dan jenis lainnya adalah kopi Luwak.
Syarat tumbuhnya tanaman kopi arabika adalah pada ketinggian 750-1500 dpl dengan suhu 15-18 derajat celcius. Kopi liberika tumbuh didaerah 500 - 1500 dpl dengan suhu 17 sampai 20 derajat celcius dan kopi robusta pada ketinggian 400-1000 dpl dengan suhu 18-24 derajat celcius.


KOPI ARABIKA.

Kopi Arabika merupakan kopi tradisional yang rasanya dianggap paling enak oleh para penikmat kopi. Biji kopi arabika memiliki cir ciri ukuran biji yang lebih kecil dibandingkan biji kopi jenis robusta,kandungan kafein yang lebih rendah,rasa dan aroma yang lebih  nikmat serta harga yang lebih mahal.
Kopi arabika pertama dideskripsikan oleh Linnaeus pada tahun 1753. Varietas terbaik yang dikenal adalah typica dan bourbon dan dari jenis ini beraneka ragam strain telah dikembangkan.
Kopi arabica (Coffee arabica)
Nama ilmiah Coffee arabica L
Klasifikasi :
Devisi spermatophyta
Sub devisi angiospermae
Kelas dicotyledoneae
Bangsa rubiales
Suku rubiaceae
Marga coffea
Spesies coffea arabica L
Ciri ciri :
Habitus : perdu,tinggi 2 - 3 meter
Batang : tegak,bulat,percabangan monopodial,permukaan kasar.
Daun : tunggal,berhadapan,lonjong,panjang 8-15 cm,lebar 4-7 cm.
Bunga:majemuk,bentuk payung,kelopak lonjong,lima helai,panjang 3 mm,hijau,tangkai benang sari berlekatan.
Buah:batu,bulat telur,diameter 0,5-1 cm,masih muda hijau setelah tua merah.
Biji:berbentuk bola.
Akar :tunggang,kuning muda
VARIETAS KOPI ARABICA
Beberapa varietas yang terkenal meliputi :
* Kopi Kolombia (Colombian coffe) - pertama kali diperkenalkan  di kolombia pada awal tahunn 1800. Saat ini kultivar Maragogype,Caturra,Typica dan Bourbon ditanam dinegeri ini. Jika langsung di goreng kopi ini memiliki rasa dan aroma yang kuat.
* Colombian Milds - varietas ini termasuk kopi dari Kolombia, Kenya dan Tanzania. Semuanya adalah jenis kopi arabica yang telah dicuci.
* Guatemala Huehuetenango -ditanam 5000 kaki di bagian utara Guatemala.
* Ethiiopian Harrar - dari Ethiopia
* Hawaiian Kona Coffee - dari Hawai
* Jamaican Blue Mountain Coffee - dari Jamaica.
* Kopi Jawa
* Kenyan.
* Mexico.
* Mocha - kopi dari Yemen.
* Santos - dari Brasil.
* Sumatra.
* Sulawesi Toraja Kalosi.
* Tanzania Peaberry.
* Uganda.

KOPI ROBUSTA
Kopi Robusta memiliki ukuran biji kopi yang besar, bentuknya oval,tinggi kafein dan memiliki aroma yang kurang harum.
Robusta dapatt dikembangkan dalam lingkungan dimana arabika tidak akan tumbuh..
Kopi Robusta (Coffee robusta Lindl ex DeWild)
Nama Ilmiah  Coffee robusta lindl ex dewild.
Klasifikasi :
Divisi Spermatophyta
Subdivisi Angiospermae
Kelas Dicotyledoneae
Bangsa Rubiales
Suku Rubiaceae
Marga Coffea
Ciri ciri :
Habitus : perdu,tahunan,tinggi 5 meter.
Batang : Berkayu,keras,putih keabuabuan.
Daun : tunggal,bulat telur,panjang 5-15 cm,lebar 4-6.5 cm.
Bunga : majemuk,mahkota berbentuk bintang
Buah : diameter 5 mm,warna hijau setelah tua kemerahan.
Biji : bulat telur, berbelah dua,keras
Akar: tunggang,kuning muda.
* VARIETAS KOPI ROBUSTA
Variestas kopi robusta yang terkenal adala Kopi Luwak dari Indonesia dan Kape Alamid dari Filipina.

KOPI LIBERIKA
Kopi Liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia, Afrika Barat. Kopi ini dapat tumbuh hingga 9 meter. Kopi ini didatangkan ke Indonesia jaman dulu untuk menggantikan kopi arabika yang terserang hama.
Kopi ini memiliki beberapa karakteristik :
* Ukurannya lebih besar dari kopi arabika dan robusta.
* Berbuah sepanjang tahun
* Kualitas buah relatif rendah.
* Ukuran buah tidak merata.
* Tumbuh baik didataran rendah.

Varietas yang pernah didatangkan ke Indonesia antara lain adalah Ardoniana dan Durvei.





Rumah Kopi ‘Dahlia’ Dilaunching 



Semakin banyaknya jumlah warga peminat minuman jenis kopi di Kota Luwuk, merangsang para pengusaha untuk berlomba-lomba mendirikan usaha yang menyajikan minuman khas penghilang rasa kantuk itu. Berbagai bentuk jenis usaha dibuat, mulai dari restoran yang menyajikan menu kopi, warung kopi hingga yang mulai marak saat ini adalah rumah kopi.

Salah satunya, yang baru saja dilaunching. Diberi nama Rumah Kopi Dahlia, usaha yang dirintis oleh mantan Ketua BPC HIPMI Banggai, Romy Botutihe dan Mantan Wakil Ketua DPRD, Suryanto ini, memang terletak di jalan dengan nama yang sama, yakni jalan Dahlia di kawasan Kelurahan Karaton.

Pada kegiatan Launching rumah kopi, dengan bangunan yang cukup megah dan besar itu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, yakni Ketua DPRD Banggai, Samsulbahri Mang, Kajari Banggai Sumurung P Simaremare, sejumlah aleg dan mantan aleg, serta para undangan dan tokoh agama. Launching ditandai dengan pemotongan tumpeng  oleh Ketua DPRD Banggai Samsulbahri Mang.

Rencananya, rumah kopi yang mulai beroperasi hari ini, akan dilengkapi dengan studio mini untuk pemutaran film, fasilitas olahraga bilyard serta sejumlah ruangan untuk bernyanyi keluarga. (Ang/RadarBanggai)